Bambang Pamungkas Sindir Umuh Muchtar

Bepe menuturkan tak ada alasan bagi Persija takut bertemu Persib. Striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, ikut angkat bicara terkait komentar yang dilontarkan manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, yang menyebut tim Macan Kemayoran takut bertemu tim Maung Bandung. Komentar itu dikeluarkan Umuh karena tak setuju pertandingan penuh gengsi sekelas Persija kontra Persib digelar di Stadion PTIK, Jakarta, yang kapasitas penontonnya sedikit. Dia juga khawatir dari segi keamanan bagi timnya jika bermain di stadion tersebut. Itu karena diperkirakan penonton yang hadir bakal membeludak dan tak bisa ditampung di stadion yang sejatinya menjadi markas Bhayangkara FC. Bepe, sapaan akrab Bambang Pamungkas, pun menyindir pernyataan Umuh tersebut.

Akhir Juli, Timnas Indonesia U-23 Mulai TC Jangka Panjang

Para pemain timnas Indonesia U-23 bakal menjalani TC di Bali. Timnas Indonesia U-23 bakal menjalani pemusatan latihan (TC), jangka panjang. Dijadwalkan, agenda tersebut dilaksanakan di Bali pada 24 Juli sampai dengan 11 Agustus 2018. Tentu dipilihnya Bali, mengejutkan karena sebelumnya timnas Indonesia U-23, menggelar TC di Jakarta. Hansamu Yama dan rekan-rekan telah berlatih di Lapangan ABC dari awal Januari lalu dengan jangka waktu yang pendek. TC tersebut merupakan salah satu rangkaian persiapan terakhir timnas Indonesia U-23 menuju Asian Games 2018. Dalam ajang ini skuat Merah Putih, ditargetkan mencapai empat besar atau babak semi-final.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Khawatir Target Tinggi Asian Games 2018 Jadi Beban Untuk Pemain

Milla menuturkan idealnya target di Asian Games adalah dari pertandingan ke pertandingan. Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-23, Luis Milla Aspas, memberikan pendapatnya terkait target tinggi yang dibebankan kepada timnya di Asian Games 2018. Seperti diketahui, pada ajang tersebut skuat Garuda Muda ditargetkan minimal menembus babak semi-final. Tentunya itu menjadi target yang cukup tinggi bagi timnas U-23. Mengingat, Indonesia belum berprestasi lagi di ajang multievent empat tahunan tersebut, setelah prestasi tertinggi diraih pada Asian Games 1958. Kala itu, Indonesia berhasil meraih medali perunggu setelah berhasil menaklukkan India, skor 4-1, pada perebutan tempat ketiga. “Sebagai pelatih, kami harus objektif. Takutnya (target tinggi di Asian Games) bisa menjadi beban bagi pemain. Kalau saya idealnya target dari pertandingan ke pertandingan. Untuk saat ini yang pertama adalah kita tunggu hasil undian lebih dulu,” kata Milla, dalam acara talkshow pesta bola nonton bersama Piala Dunia 2018 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Minggu (24/6) petang.

Riko Simanjuntak: Luis Milla Pelatih Yang Detail

Riko pun menilai Milla layak diperpanjang kontraknya oleh PSSI. Winger lincah Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, mengaku terkesan dengan gaya kepelatihan pelatih timnas Indonesia U-23, Luis Milla Aspas. Riko memang baru merasakan digembleng oleh pelatih asal Spanyol tersebut dalam tiga laga uji coba terakhir timnas Indonesia U-23 melawan Thailand U-23 (dua kali) dan Korea Selatan U-23. Dia menilai, Milla adalah pelatih yang memiliki karakter. “Menurut saya, coach Milla adalah pelatih yang sangat detail. Bahkan, kami salah posisi badan sedikit bisa dimarahi. Dia pelatih yang bagus,” kata Riko, pada acara talkshow Pesta Bola Nonton Bersama Piala Dunia 2018 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Minggu (24/6) petang. Maka itu, pemain asal Sumatera Utara tersebut menilai kontrak Milla layak diperpanjang. Seperti diketahui, kontrak mantan pemain Real Madrid dan Barcelona tersebut bakal berakhir setelah Asian Games 2018.

Luis Milla Meriahkan Tonton Piala Dunia Di Kemenpora

Selain Milla, winger timnas Indonesia U-23, Riko Simanjuntak juga hadir dalam acara tersebut. Timnas Indonesia U-23 bakal berlaga di Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Berbagai persiapan telah dilakukan guna mencari bentuk terbaik bagi skuat asuhan Luis Milla. Sebagai tuan rumah, timnas U-23 diharap bisa memberi penampilan terbaiknya. Asa itu perlahan muncul, dari beberapa laga uji coba yang telah dilakukan, telah terlihat perkembangan gaya bermain mereka. Untuk saat ini, Milla mengaku tidak bisa memberi janji pencapaian timnas U-23 di Asian Games 2018. Namun, dia ingin memastikan di setiap pertandingan, upaya mendapat hasil terbaik akan dilakukan secara maksimal.

Most Energized Player Inggris vs Panama: Harry Kane

Kane tampil memukau melawan Panama dan saat ini berstatus top skor sementara Piala Dunia. Lupakan sejenak euforia atas aksi Cristiano Ronaldo, sekarang karena sekarang saatnya memberikan apresiasi tinggi kepada Harry Kane. Bukan tanpa sebab mengapa pemain andalan Tottenham Hotspur ini pantas mendapat atensi lebih. Pada penampilan teranyarnya, ia bermain impresif dengan mengemas hat-trick untuk membawa Inggris menang masif 6-1 atas Panama. Kane mencetak gol pertamanya di Nizhny Novgorod Stadium, ketiga di sepanjang turnamen tahun ini, melalui sepakan penalti. Inggris mendapat hadiah penalti setelah Fidel Escobar mengganggu Jesse Lingars di area terlarang.

Kekalahan Warnai Debut Egy Maulana Vikri Di Lechia Gdansk

Egy dimainkan Lechia pada babak kedua saat uji coba melawan APOEL. Lechia Gdansk gagal menuai hasil positif saat melakoni uji coba pertama pramusim mereka. Itu setelah, mereka kalah dari klub asal Siprus APOEL FC dengan skor tipis 2-1, di Boisko sportowe przy ulicy Traugutta, Gdansk, Minggu (24/6) malam WIB. Pada laga ini, Lechia tak menurunkan pemain muda asal Indonesia, Egy Maulana Vikri, sejak babak pertama. APOEL yang memiliki pengalaman bermain di kompetisi antarklub Eropa mampu unggul dua gol lebih dulu pada babak pertama. Dua gol itu dicetak oleh Lucas Vieira De Souza pada menit ke-12 dan Mickael Pote (35′). Skor 2-0, menutup babak pertama.

Most Energized Player Jepang vs Senegal: Takashi Inui

Inui tampil enerjik di sisi kiri Jepang baik dalam bertahan atau menyerang hingga menyumbang satu gol dan satu assist krusial. Jepang meraih poin krusial dalam laga lanjutan grup H Piala Dunia 2018 dengan menahan imbang Senegal 2-2. Hasil itu membuat Jepang masih memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur dengan koleksi empat poin – setara dengan Senegal. Skuat asuhan Akira Nishino mampu tampil dengan organisasi yang sangat baik, namun pemain yang paling menonjol dalam skuat Samurai Biru dalam laga tersebut adalah Takashi Inui. Pemain berusia 30 tahun itu mencetak gol penyama kedudukan setelah Jepang tertinggal gol cepat Sadio Mane. Ia melepas tembakan mendatar, usai mendapat bola dari Yuto Nagatomo, yang tidak bisa dijangkau oleh kiper.

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b32046c3b0aa”,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Pada babak kedua, ia semakin agresif dalam menekan pertahanan lawan, ia nyaris mencetak gol kedua seandainya tembakan melengkungnya tidak menghantam mistar, sebelum akhirnya menciptakan assist yang membuahkan gol penyama kedudukan oleh Keisuke Honda. Kontribusi gemilang Inui tidak hanya dalam sisi menyerang, ia juga mampu memperkuat pertahanan timnya ketika mendapat serbuan. Ia sukses melakukan dua tekel dan juga sembilan recovery – terbanyak di pertandingan untuk outfield. Performa apik Inui juga akan membuat klub La Liga Spanyol, Real Betis, gembira karena mereka baru saja mengikat sang pemain dengan kontrak berdurasi tiga tahun pada 1 Juni lalu.

Javier Mascherano Bantah Penggawa Argentina & Jorge Sampaoli Terlibat Konflik

Rumor terkini menyebutkan skuat Argentina dilanda perpecahan setelah mencatatkan sepasang hasil buruk. Javier Mascherano membantah adanya konflik yang muncul antara penggawa Argentina dan pelatih Jorge Sampaoli di Piala Dunia 2018. Suasana di ruang ganti Albiceleste dikabarkan memburuk seiring suramnya performa tim dalam gelaran turnamen tahun ini setelah ditahan imbang 1-1 oleh Islandia dan dibekuk Kroasia 3-0. Dua hasil negatif tersebut membuat Sampaoli menjadi sasaran kritikan dan bahkan rumor pemecatan mulai merebak apabila Argentina kalah lawan Nigeria di laga terakhir fase grup, yang berarti membuat mereka harus tersisih lebih awal.

Sporting CP Depak Presiden Eksentrik

Mimpi buruk klub raksasa Portugal tersebut bersama presiden Carvalho segera berakhir. Sporting CP akan kehilangan Bruno de Carvalho sebagai presiden, yang memutuskan mundur dari jabatannya setelah munculnya mosi tidak percaya dari pendukung. Rapat umum klub Portugal tersebut yang digelar pada Sabtu (23/6) kemarin dihadiri sebanyak 9,400 anggota dan mayoritas 71 persen suara menginginkan Carvalho mundur. Carvalho, yang terpilih sebagai presiden pada 2013 dan 2017, belakangan ini menjadi sorotan atas hubungan buruknya dengan para pemain yang berujung pada aksi penyerangan fans ke kompleks latihan tim pada Mei lalu.