Doa Pelatih Fisik Timnas Indonesia U-23 Untuk Eduardo Perez

Perez tidak lagi menjadi pelatih kiper timnas Indonesia U-23. Timnas Indonesia U-23 membuat kejutan jelang perhelatan Asian Games 2018. Skuat Merah Putih memutuskan tidak lagi menggunakan jasa pelatih kiper Eduardo Perez, yang dikontrak sejak awal tahun lalu. Pelatih fisik timnas Indonesia U-23 Miguel Gandia, turut mengomentari kepergian kompatriotnya tersebut. Ia berharap Perez, tetap sukses untuk kariernya. “Terima kasih atas bantuan profesional dan pendidikan pribadi Anda. Jaga dirimu baik-baik,” kata Gandia dikutip dari laman Instagram miliknya.

Rekam Jejak Julio Banuelos Sang Pelatih Kiper Baru Timnas Indonesia U-23

Julio menggantikan posisi Eduardo Perez di skuat Merah Putih. Julio Banuelos, telah ditunjuk sebagai pelatih kiper timnas Indonesia U-23. Sosok asal Spanyol tersebut menggantikan posisi Eduardo Perez, yang sudah memegang jabatan sejak tahun lalu. Namun, sedikit menarik dipilihnya Julio jadi pelatih kiper. Mengingat, ketika masih aktif bermain sepakbola pria berusia 47 tahun tersebut berposisi sebagai bek. Memulai karier junior di Real Madrid, Julio menjadi salah satu pemain belakang yang tangguh. Kecepatannya dalam membaca pergerakan lawan, sehingga menjadi momok yang menakut untuk para penyerang.

FA Mesir Bantah Rumor Pensiun Mohamed Salah

Kritik yang ditujukan kepada Salah serta friksi dengan FA Mesir sebelum Piala Dunia kabarnya membuat sang penyerang memilih mundur. Anggota Federasi Sepakbola Mesir Essam Abdel Fattah membantah kabar Mohamed Salah tengah mempertimbangkan pensiun dari sepakbola internasional. Mesir dipastikan tersingkir dini setelah kalah di dua pertandingan perdana penyisihan grup, dengan Salah absen di laga perdana karena cedera dan mencetak penalti saat kalah 3-1 dari Rusia. Nama Salah memang menjadi pusat atensi, namun sayang perhatian publik tidak fokus pada urusan di lapangan. Sebelum turnamen bergulir, foto Salah bersama Ramzan Kadyrov, pemimpin Chechnya, di markas Mesir selama Piala Dunia di Grozny menuai kritik. Kadyrov bahkan memberikan penghargaan khusus kepada sang pemain.

FIFA Investigasi Selebrasi Kontroversial Granit Xhaka & Xherdan Shaqiri

Selebrasi kontroversial yang diduga bermuatan pesan politik dilakukan Xhaka dan Shaqiri saat Swiss menaklukkan Serbia. FIFA telah membuka proses investigasi terhadap selebrasi kontroversial Granit Xhaka dan Xherdan Shaqiri selepas membawa Swiss menang 2-1 atas Serbia di Piala Dunia 2018. Kedua pemain, yang memiliki latar belakang Albania-Kosovo, melakukan selebrasi dengan membentuk lambang elang di dada yang mengacu pada simbol mendera nasional Albania dalam laga kedua Grup E. Aksi itu memicu perdebatan di kalangan fans terutama Serbia, dengan negara Balkan tersebut hingga saat ini tak mau mengakui kemerdekaan Kosovo beserta etnis Albania mereka.

Most Energized Player Jepang vs Senegal: Takashi Inui

Inui tampil enerjik di sisi kiri Jepang baik dalam bertahan atau menyerang hingga menyumbang satu gol dan satu assist krusial. Jepang meraih poin krusial dalam laga lanjutan grup H Piala Dunia 2018 dengan menahan imbang Senegal 2-2. Hasil itu membuat Jepang masih memiliki peluang besar untuk lolos ke fase gugur dengan koleksi empat poin – setara dengan Senegal. Skuat asuhan Akira Nishino mampu tampil dengan organisasi yang sangat baik, namun pemain yang paling menonjol dalam skuat Samurai Biru dalam laga tersebut adalah Takashi Inui. Pemain berusia 30 tahun itu mencetak gol penyama kedudukan setelah Jepang tertinggal gol cepat Sadio Mane. Ia melepas tembakan mendatar, usai mendapat bola dari Yuto Nagatomo, yang tidak bisa dijangkau oleh kiper.

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b32046c3b0aa”,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Pada babak kedua, ia semakin agresif dalam menekan pertahanan lawan, ia nyaris mencetak gol kedua seandainya tembakan melengkungnya tidak menghantam mistar, sebelum akhirnya menciptakan assist yang membuahkan gol penyama kedudukan oleh Keisuke Honda. Kontribusi gemilang Inui tidak hanya dalam sisi menyerang, ia juga mampu memperkuat pertahanan timnya ketika mendapat serbuan. Ia sukses melakukan dua tekel dan juga sembilan recovery – terbanyak di pertandingan untuk outfield. Performa apik Inui juga akan membuat klub La Liga Spanyol, Real Betis, gembira karena mereka baru saja mengikat sang pemain dengan kontrak berdurasi tiga tahun pada 1 Juni lalu.

Pelatih Timnas Indonesia U-23 Khawatir Target Tinggi Asian Games 2018 Jadi Beban Untuk Pemain

Milla menuturkan idealnya target di Asian Games adalah dari pertandingan ke pertandingan. Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-23, Luis Milla Aspas, memberikan pendapatnya terkait target tinggi yang dibebankan kepada timnya di Asian Games 2018. Seperti diketahui, pada ajang tersebut skuat Garuda Muda ditargetkan minimal menembus babak semi-final. Tentunya itu menjadi target yang cukup tinggi bagi timnas U-23. Mengingat, Indonesia belum berprestasi lagi di ajang multievent empat tahunan tersebut, setelah prestasi tertinggi diraih pada Asian Games 1958. Kala itu, Indonesia berhasil meraih medali perunggu setelah berhasil menaklukkan India, skor 4-1, pada perebutan tempat ketiga. “Sebagai pelatih, kami harus objektif. Takutnya (target tinggi di Asian Games) bisa menjadi beban bagi pemain. Kalau saya idealnya target dari pertandingan ke pertandingan. Untuk saat ini yang pertama adalah kita tunggu hasil undian lebih dulu,” kata Milla, dalam acara talkshow pesta bola nonton bersama Piala Dunia 2018 di Kantor Kemenpora, Jakarta, Minggu (24/6) petang.

David De Gea Belum Lakukan Penyelamatan Di Piala Dunia 2018

Kiper andalan tim nasional Spanyol itu selalu kemasukan ketika menghadapi tembakan mengarah ke gawang dalam dua laga perdana Piala Dunia. David De Gea disebut-sebut akan menjadi kiper terbaik dalam turnamen paling prestisius dalam dunia olahraga yang digelar di Rusia tahun ini, namun dalam dua laga perdananya ia mencatat statistik yang kurang meyakinkan. Penjaga gawang utama tim nasional Spanyol tersebut menjadi salah satu dari dua kiper yang belum pernah melakukan penyelamatan sama sekali di babak grup di antara 34 kiper yang sudah diturunkan. De Gea masuk dalam daftar tersebut bersama kiper tuan rumah Rusia, Igor Akinfeev. Namun, jika dilihat dari statistik lain, jelas De Gea tampak lebih buruk dari rekan seprofesinya tersebut.

window.ads.push({“placementName”:”bettingwidget”,”sizes”:{“default”:[],”320″:[“300×250″,”300×600″],”980″:[]},”uuid”:”ad-5b3204523432c”,”slotName”:”/67970281/DISPLAY_OWNED_GBL/goalcom_responsive/news_articles/bettingwidget”,”name”:”ad-betting-widget”,”useLazyLoad”:false}) Akinfeev sangat tertolong dengan kedisiplinan pertahanan sehingga dalam dua laga menghadapi Arab Saudi dan Mesir, ia hanya menghadapi satu tembakan ke gawang yang tidak dapat diselamatkan, yaitu penalti Mohamed Salah. Sementara De Gea, pada laga kedua juga sangat terbantu dengan pertahanan kukuh sehingga Iran tidak mampu melakukan tembakan ke gawang yang dikawalnya. Namun, cerita itu berbeda pada laga pembuka ketika Spanyol menghadapi Portugal. De Gea tercatat harus menghadapi tiga tembakan yang tepat sasaran, di mana semua dilakukan oleh Cristiano Ronaldo, dan pemain Manchester United itu tidak berdaya menghalau ketiganya. Yang menjadi catatan khusus, tembakan kedua CR7 seharusnya bisa menjadi penyelamatan mudah, tapi ia malah melakukan blunder konyol, sehingga bola masuk ke gawangnya. Baik Akinfeev dan De Gea akan kembali memiliki kesempatan memperbaiki catatan tersebut ketika menjalani laga pamungkas babak grup. Rusia akan menghadapi Uruguay untuk menentukan juara grup A, sementara Spanyol akan meladeni Maroko untuk menyegel tiket ke fase gugur.

Gareth Southgate: Harry Kane No. 9 Terbaik Di Piala Dunia 2018

Southgate tidak ingin menukar Kane dengan pemain lainnya setelah sang penyerang mencetak hat-trick ke gawang Panama. Manajer Inggris Gareth Southgate tidak sungkan menyebut Harry Kane sebagai No. 9 terbaik di Piala Dunia 2018 ini, dengan ia bahkan enggan menukarnya untuk pemain lainnya. Kane meneruskan ketajamannya di depan gawang dengan terakhir mencetak hat-trick dalam kemenangan 6-1 atas Panama di matchday kedua babak grup, Minggu (24/6) malam WIB tadi, dan tambahan tiga poin semalam mengamankan kelolosan The Three Lions ke fase gugur. Sejauh ini, Kane telah mengemas lima gol dari dua penampilan awalnya di Rusia 2018, dan oleh sebab itu Southgate memberikan pujian setinggi langit untuk bintang milik Tottenham Hotspur tersebut.

Javier Mascherano: Lionel Messi Bertekad Ubah Situasi Argentina

Mascherano menyebut Messi hanya manusia biasa yang bisa frustrasi, selagi menegaskan rekannya itu ingin meloloskan Argentina ke fase gugur Piala Dunia Lionel Messi frustrasi dan bertekad untuk mengubah situasi yang kini dihadapi Argentina, demikian ditekankan gelandang Javier Mascherano. Argentina arahan Jorge Sampaoli berada di ujung tanduk setelah ditahan imbang 1-1 oleh Islandia di laga pembuka Piala Dunia 2018 dan kalah 3-0 dari Kroasia di matchday kedua, dan mereka kini dituntut wajib menang ketika melawan Nigeria pada Rabu (27/6), sembari berharap hasil di tempat lain menguntungkan mereka. Messi yang dipercaya sebagai kapten tim gagal menginspirasi negaranya di dua laga perdana namun Mascherano yakin rekannya tersebut ingin lebih baik di partai terakhir babak grup.

Akira Nishino: Laga Kontra Senegal Selalu Sulit

Nishino memuji Senegal sebagai tim yang sangat kuat. Pelatih Jepang Akira Nishino mengakui pertandingan timnya lawan Senegal selalu sulit. Pernyataan itu disampaikan Nishino usai Jepang bermain imbang 2-2 kontra Senegal di pertandingan kedua Grup H Piala Dunia 2018 di Yekaterinburg, Minggu (24/6) malam WIB. Senegal unggul terlebih dahulu pada menit ke-11 lewat Sadio Mane, namun Takashi Inui menyamakan skor 23 menit kemudian. Tim asal Afrika itu kembali balik unggul di babak kedua, tepatnya pada menit ke-71, melalui gol Moussa Wague, namun Keisuke Honda menyelamatkan hasil imbang untuk Jepang tujuh menit berselang.